Cebur nuju daging

Kaca:CERITA RAKYAT BALI.pdf/49

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

di atas teras berderet, akan mandi lalu dia mengambil tempat air.


(PUH DANDANG)

178. Saat lalu dijemput oleh tetangganya yang semuanya perawan, beriringan jalannya, semua sama-sama menjunjung tempat air, yang lain ada yang ingin menggantikan membawakan, "Saya bawakan Kak, kakak barangkali payah." semua riuh tertawa di jalan, setelah sampai di tempat mandi lalu semua berendam.

179. Setelah selesai mandi sekarang, bersiap-siap akan mengambil air dan saling meletakkan junjungannya di kepala, Ni Seroja tidak menjunjung sebab sudah digantikan, mereka berjalan sambil berbincang-bincang, ada yang ingin belajar menenun, ada yang ingin belajar merenda dan membuat kain "Endek" supaya memakai hiasan "Kuta Mesir", maka ramailah bunyi alat tenun.

180. Tempat air dari tanah liat yang besar penuh berisi air karena semua orang mencarikannya, karena sudah dekat upacaranya maka pagi sore sibuk lalu-lalang, semua bertugas menjahit hiasan upacara, yang laki-laki memotong kayu dan bambu untuk membangun warung, di halaman ada bangunan pertemuan yang bertingkat dan berhiaskan kertas merah putih, bergantung jamin enau untuk perhiasan.

181. Mengundang semua keluarga, juga tidak ketinggalan semua tetangga, mungkin ada 825 orang, dengan keluarga raja, bangsawan dan orang-orang dari Jero Kuta hampir berjumlah 1100 orang, dengan haturan berupa "Pajeg prangkat" dijumlah semua seharga 13.400 kepeng.

182. Itu mengenai daging untuk bukan umat Islam dihitung di luar yang tidak makan daging babi dibelikan bebek 30 ekor, juga membeli daging penyu, tamu banyak yang tidak makan daging babi, penyu dan bebek yang disediakan, 4300 orang jumlah yang harus disediakan makan, di antaranya yang makan daging babi itu berjumlah 17.700 orang.

48