Cebur nuju daging

Kaca:CERITA RAKYAT BALI.pdf/42

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

kamu merahasiakan. Aku tidak berani melarang, terserah kemauan kalian. Tingkah laku pemuda jaman sekarang lain dengan dulu, orang tua yang menentukan."

134. Kemalu-maluan I Ceker Cipak dan berkata dengan hormatnya, "Mohon tuanku memberkahi, hamba tidak lupa akan menjunjung tuanku. Dia sudah bersedia, hanya menunggu hari baik. Sudilah kiranya tuanku menunjukkannya." , "Yang patut dipilih lagi tiga hari." Jangan kamu menunda.

135. Nah, berangkatlah kamu bersiap-siap menjelang membawa dia ke mari. Dari sini ada yang mengantar. Aku akan menasehati lagi tentang tata cara berumah tangga. Akan lebih banyak menemui rasa malu, tapi janganlah kamu khawatir. Kamu pasti membawa hasil pulang. Jangan datang dengan orang banyak. Sadarlah akan dirimu yang dulu sengsara."

136. I Ceker Cipak berkata dengan hormat, "Ya tuanku, hamba mohon diri.", sahut sang raja, "Nah, baik-baik kamu berjalan." , diceriterakan sekarang di jalan, sudah tiba di rumah, kepada ibunya dia melaporkan bahwa diluluskan permohonannya oleh sang raja, "Lagi tiga hari saya akan diizinkan mengambil."

137. Kikuk hatinya I Ceker Cipak karena mengambil di istana, menjadi heran pikirannya, meskipun memperistri orang kebanyakan, supaya tidak semakin berani hingga dikatakan tidak sopan, tinggi hati pada bangsawan, tiba-tiba utusan datang, yang diutus itu adalah seorang pemuka yang bernama Jero Sedahan.

138. Jero Sedahan berkata lembut, "Anakku, kedatangan bapak kemari diutus oleh sang raja, tentang acara pengambilan besok. Sebaiknya dilakukan di rumah bapak, supaya jangan dikatakan berani melewati batas permisi." Ceker Cipak menjawab sambil tertawa, "Tepat sekali seperti sabda beliau.

139. Susah hati saya sebelum Bapak datang sekarang. Kini jelas bagi saya untuk meringankan beliau dalam masalah ini.", lalu segera datang hidangan, Ceker Cipak mempersilakan,

41