Cebur nuju daging

Kaca:CERITA RAKYAT BALI.pdf/30

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

31. Perutmu itu isi dulu. Uang itu belikan makanan agar tidak kurus kering seperti itu, seperti jerangkong (rangka) berjalan. Tingkahmu bergegas-gegas, berpura-pura supaya dikira kaya. Bila diteliti makan dua hari sekali."

32. Yang lainnya menjawab sambil tertawa, "Ya, saya sekarang menangkapkan. Mari bawa uangmu, 25 kepeng saja saya mau ." Ceker Cipak membayar sebagai penukar tikus itu, tikus itu jinak dimasukkan.

33. I Ceker Cipak lalu berjalan, berat memikul barang pembelian, hari sudah hampir sore lalu ia menuju ke pasar, uangnya habis 175 kepeng untuk penukar binatang itu seperti kucing, tikus dan anjing.

34. Hatinya semakin khawatir, cuaca gelap seluruh cakrawala, bergulung-gulung ke atas mendungnya, I Ceker Cipak bergegas, jalannya sempoyongan ditambah perutnya lapar, diliputi oleh keadaan yang buruk.

(PUH DURMA)

35. Lebih kurang ada kira-kira antara pukul 15.00 dan 16.30 Ceker Cipak telah tiba di tengah pasar, lalu berhenti, hujan turun lebat sekali, berteduh duduk di bawah pohon beringin.

36. Di sana berteduh di bawah pohon beringin, kainnya basah sangat dingin, sendirian dia mempertirnbangkan, merencanakan akan berbelanja, uangnya masih sedikit, habis 175 kepeng, apa sekarang yang dibeli.

37. Setelah pasti bertimbang rasa sendiri, menjelang membeli nasi, tikus, anjing, kucing dan ular dibelikan makanan seharga 20 kepeng, pikirannya, "Kasihan mereka telah dianiaya. Buat diriku cukup asal perut berisi saja."

38. Lalu dia membeli bubur sagu seharga 5 kepeng, kemudian dia makan sambil berpikir-pikir. "Tidak yakin bisa pulang karena hari telah sore. Sehabis makan aku akan membeli nasi untuk binatang piaraan."

29