Cebur nuju daging

Kaca:CERITA RAKYAT BALI.pdf/28

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

beli, 50 kepeng penebusnya." Ceker Cipak menghitung uang dan segera menyerahkannya, belas kasihannya amat sangat, yang penting agar kucing itu bisa terus hidup.

16. Kucing itu segera diambilnya serta diperciki air, "Mudah-mudahan hidup kamu, hai kucing, aku menolongmu", Kucing itu tersendat-sendat, nafasnya berdesis-desis, seterusnya bisa hidup.

17. Ceker Cipak lalu berjalan, langkahnya tergesa-gesa, belum jauh perjalanannya, ada lagi orang yang kejam memukul-mukul anjing, dosanya karena makan telur di kandang bebek sebanyak 1 keranjang.

18. Ceker Cipak belas kasihan melihat anjing tersendat-sendat, seperti terketuk juga hatinya, tidak lain membandingkan dengan keadaan dirinya yang memang ditimpa neraka, selalu kesengsaraan yang ditemui, kehendakNya tak bisa dihindari.

19. Ceker Cipak berkata lembut, "Yah, biarkan dan mohon dihentikan. Kasihan saya pada anjing itu. Berilah saya membelinya. Saya menghaturkan penebusnya. Seharga 50 kepeng tidak lebih, untuk menghilangkan kesengsaraannya."

20. Orang yang kejam itu berkata marah, "Buat apa menolong binatang. Mungkin kamu sangat edan. Bangkai anjing kamu selamatkan. Ayo bayar, seharga 50 kepeng jangan banyak-banyak.", Ceker Cipak lalu membayar.

21. Anjing itu sekarang diambil, Ceker Cipak pikirannya kacau, anjing itu keluar ludah, sekarang dimandikan, air mata Ceker Cipak bercucuran, "Mudah-mudahan kamu hidup. Aku memelihara kamu seterusnya."

22 . Ceker Cipak lalu berjalan, memikul kucing dan anjing, bergantungan dan oleng di jalan, kelihatan seperti orang gila sambil mengucapkan kata-kata permohonan kehadapan Tuhan untuk memperoleh restu.

23. Diceriterakan sekarang tiba di pinggir hutan lebat yang

27