Cebur nuju daging

Kaca:CERITA RAKYAT BALI.pdf/132

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

wa wayang kulit.

5. Mohon air suci kehadapan Hyang Guru, I Umbaran dipercikinya, juga tak lupa menaruh bunga di telinga, kembang sepatu merah di sela-sela telinga, air suci itu lalu diminumnya, mukanya di bersihkan.

6. I Umbaran gemetar, panas badannya keluar, Ni Ketut kebingungan, selalu duduk di sampingnya, mengurut tangannya dan memijat dahi, tak terasa air mata bercucuran kesedihan.

7. I Umbaran menggeliat-geliat, mengaduh dan sangat gelisah, tidur di pangkuan, istrinya merayunya, sedih saya melihat, kesengsaraan kakak sebagai sekarang ini.

8. Gembirakan hati kakak, hapuskan segala kesedihan, agar tenaga tak berkurang, penyakit kemudian timbul, apa guna aku hidup, kakak lama menderita sakit.

9. Perutku sudah bergerak-gerak, mungkin sudah tujuh bulan, sebelum upacara di Dalem, pada hari purnama yang akan datang ini, mungkin bayi akan lahir, akan dipapag dengan seekor babi guling.

10. I Umbaran menggeleng-geleng, air matanya bercucuran, dengan memaksa berkata, ah, Ketut sayangku kuatkan bekerja di rumah, mengerjakan pekerjaan kakak yang tertinggal.

11. Mudah-mudahan selamat, bila saat kelahiran anak kita, dari sekarang aku berpesan, bila lahir laki-laki, bernama I Wayan Darma , bila perempuan bernama Luh Mas.

12. Tak dapat aku mempertahankan hidup lebih lama, segera aku meninggalkan adik, jangan menyesalkan diri, karena sudah nasib , mari kita sama-sama berbuat jasa, berakhirlah kasih sayang hingga di sini.

13. Berbaiklah adik bermadu, saling tolong dan saling mengasihi, jangan bertengkar, bersatu yang dibuat, anak-anak sama-sama dipelihara, pikirkan bila salah pengertian.


131