7. Sastra itu sebagai penerang pikiran, agama sebagai dasar berjalan, masukkan ke dalam diri, anggaplah bunga yang utama, bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, didasari oleh doa keselamatan, terhadap Hyang Asta Buwanȧ.
8. Di Timur berwarna putih, tempat Hyang Iswara berada, bersenjatakan bajra, uripnya lima, harinya minggu manis, kemudian tersurat Ongkara Sang, bertempat di jantung.
9. Di Timur Laut berwarna merah muda, tempat Hyang Mahisora, bersenjatakan dupa, uripnya delapan, harinya Kemis tersurat Ongkara Nang, bertempat di paru-paru.
10. Di Selatan berwarna merah, tempat Hyang Brahma, hanya bersenjatakan gada, uripnya sampai sembilan, harinya Sabtu Pahing, lalu disebut Ongkara Bang, bertempat di hati.
11. Di Barat Laut berwarna jingga, tempat Hyang Ludra, hanya bersenjatakan moksala, dengan perhitungan uripnya tiga, saat Selasa harinya, lalu disebut Ongkara Lang, bertempat dalam usus besar.
12. Di Barat berwarna kuning, tempat Hyang Maha Dewa, bersenjatakan naga-pasah, uripnya tujuh, saat Rebo Pon harinya, dituliskan Ongkara Tang, bertempat dalam limpa.
13. Di Barat Daya berwarna hijau, tempat Hyang Sengkara, hanya bersenjatakan alang-alang, hanya satu uripnya, saat Kala harinya, lalu disebut Ongkara Sing, bertempat dalam limpa.
14. Di Utara warnanya hitam, Hyang Wisnu yang berkuasa, hanya cakra senjatanya, uripnya empat, Senin Wage harinya, disebut Ongkara Rang, bertempat dalam amperu.
15. Di Tenggara warnanya abu-abu, dikuasai oleh sang Sambu, senjatanya Trisula, saat Saad uripnya, saat Jumat harinya, disebut Ongkara Wang, bertempat di hineban.
16. Di Tengah berwarna lima, Hyang Siwa Puser Jagat, tempatnya padma sari, hanya delapan uripnya, saat Keliwon harinya, disebut Madu Muka, bertempat di wenadri.
123