minyak, mencoba memelihara anak babi, sambil menenun stagen, bila ada tempat yang kosong, jangan lupa menanaminya, bayam,terung, lombok, tomat dan kara.
14. Kita sebagai manusia, suka duka tak terpisahkan, bila mengadakan keturunan, pikiran menjadi dua kali, bila mengadakan dua, sakit menjadi tiga kali, marilah kita tanggung bersama, sebaiknya pikirkan dalam hati, agar jangan, menyesal kemudian hari.
15. Pikiran adinda tidak salah, aku suka mengikutinya, namun maafkan, peringatanku kepada dinda, bunga itu berwarna-warni, tumbuh di serambi rumah dengan subur, jangan dinda tidak memperhatikan, pelihara agar tumbuh, kakak gila, tertarik melihat bunga.
16. Jangan kakak kuatir, kasih dinda benar-benar, tidak memperagakan diri, karena memang kepunyaan kanda, baik buruk terimalah, kebodohanku kakak menutupi, sudilah memperhamba, semasih dinda hidup, kanda bagus, mengapa salah tingkah.
17. Aduh dinda junjungan kanda, jangan tergesa-gesa salah sangka, aku senang bersenda gurau, karena suka menggoda dinda, memang kanda salah, rasa cemburu yang tidak benar, jangan sangat disedihkan, bila dinda sakit hati, dinda ayu, laksana hidup sepanjang umur.
18. Karena hari sudah sore, marilah dinda pulang, sapi itu dituntun, agak cepat mengikuti, kanda akan menyabit rumput, tempat rumput masih kosong, lupa sekali dan sekarang baru ingat, sinoman sudah memberitahukan, bunyi kul-kul itu, besok pagi mederep.
(PUPUH PANGKUR)
1.Kurang lebih dua bulan, Nyoman Sekar ngidam buah buni, sudah terlihat di susu, perut makin mengembung, rupa pucat, kuning pucat lesi dan lunglai, jalannya kelelahan, payah yang amat sangat.
108