Cebur nuju daging

Kaca:CERITA RAKYAT BALI.pdf/105

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

menyapu tempat tidur, bantal dan kasur dibenahi.

2. Meringis kesedihan, laksana bunga dinaungi beringin, akhirnya rebah, layu dan kuning, tak berdaun, mungkin menderita kesakitan, hujan gerimis memerciki.

3. Air matanya bercucuran, menyesalkan diri tanpa guna, dengan rela memurahkan diri, kiranya sekarang tak berharga, masa gadis telah hilang, daun kangkung disedihkan.

4. Nyoman Sekar makin sedih, terasa hatinya sesak, dengan memaksa menggembirakan hati, I Umbaran didekati sedang asik menundukkan kepala mengorek-ngorek tanah, jongkok di sudut mati.

5. Mengapa kakak menunduk, apa nian yang disusahkan, bila terjadi kekurangan, suguhan adik ini, sudilah memaafkan, karena kebodohan saya meladeni.

6. Bila tersirat dalam hati, laksana mengisap tebu yang manis, bila airnya telah habis, buanglah ampasnya di sini, biarkan menjadi injak-injakan, tak perlu menyukarkan jalan.

7. Mudah-mudahan kakak selamat, umur panjang gembira ria, melakukan dananjaya, mengorban.kan para gadis, I Sekar menjadi korban pertama, sembilan kali menjelma.

8. Kalsana memanggang kepiting, I Umbaran merah padam, akibat rasa malu, wajahnya kemalu-maluan, melirik Ni Luh Sekar, sambil berkata nahan rasa.

9. Mengapa adik salah sangka, pujianmu manis pahit, mengayunkan dengan kekatang, talinya putus kakak yang jatuh, pasti mendapat bahaya, adik juga yang sibuk.

10. Tepat pada bulan kapat, tidak ada hujan dan angin, dengan tiba-tiba Hyang Jagat marah, menimbulkan kilat dan petir, bumi hancur kayu rebah, kakak menderita kesedihan.

11. Laksana menyimpan madu, benar-benar manik sanjiwani, madu yang amat manis dimakan, lidah amat ingin menge-

104