Cebur nuju daging

Bhima Suarga (Balai Bahasa Prov.Bali)

Saking Wikisource
Bhima Suarga (id); Bhima Suarga (ban); Bhima Suarga (en) manuskrip lontar di Bali (id); manuskrip lontar ring Bali (ban); Balinese palm-leaf manuscript (en)
Bhima Suarga 
manuskrip lontar ring Bali
Inggih punikaLontar
Soroh
  • Tatwa
Genah Balai Bahasa Bali, Penatih, Dénpasar Timur, Kota Dénpasar, Bali, Indonésia
Nganggén basa
  • Basa Kawi
Klasifikasi Gedong Kirtya
  • Wariga
Pangawasan otoritas

Deskripsi

[uah]

Lontar Bhima Suarga niki silih tunggil koleksi Balai Bahasa Provinsi Bali sane nyritayang indik pamargin Ida Sang Bhima ka Suargan. Lontar puniki kapupulang sareng program WikiLontar 2021 sane sampun puput. WikiLontar inggih punika program katalogisasi digital lontar sane kakaryanin Komunitas Wikimedia Denpasar ring sasih Januari - April 2021. Ring Balai Bahasa puniki wenten 142 cakep lontar saking makudang-kudang soroh.

Bahasa Indonesia

[uah]

Menceritakan serangkaian peristiwa yang berkaitan dengan tugas Bima dalam membebaskan roh orang tuanya, Pandhu dan Dewi Madri, yang mengalami penderitaan di Yamaloka. Secara rinci, peristiwa tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Penugasan oleh Dewi Kunti: Bima diberi tugas oleh Dewi Kunti untuk membebaskan roh orang tuanya, yaitu Pandhu dan Dewi Madri, yang disiksa di alam kematian, Yamaloka. Tugas ini menekankan tanggung jawab moral dan spiritual Bima sebagai anak dan pahlawan.
  2. Persiapan dan Pendampingan Keluarga: Dengan kekuatan gaib yang dimilikinya, Bima berhasil meyakinkan semua saudaranya untuk turut serta dalam perjalanan ke Yamaloka, sehingga misi ini dilakukan secara kolektif.
  3. Pertempuran di Yamaloka: Setibanya di Yamaloka, Bima menghadapi perlawanan prajurit setempat. Melalui strategi dan kekuatan luar biasa, ia berhasil menaklukkan musuh dan membebaskan roh Pandhu dan Dewi Madri dari penderitaan.
  4. Ilham Dewi Kunti dan Air Suci: Dewi Kunti menerima wahyu bahwa roh Pandhu dan Dewi Madri hanya dapat mencapai surga jika dipercik dengan tirta Kamandalu (air suci). Air suci tersebut berada di surga dan merupakan milik eksklusif Batara Guru.
  5. Perjalanan Mengambil Air Suci: Dewi Kunti kemudian mengutus Bima untuk mengambil air suci tersebut. Dalam perjalanan menuju surga, Bima menghadapi berbagai rintangan dan tantangan yang menguji kemampuan fisik, mental, dan spiritualnya.
  6. Penganugerahan Ilmu dan Air Suci: Sebelum Batara Guru memberikan air suci kepada Bima, ia dianugerahi berbagai ilmu yang berguna bagi pengembangan diri dan kemampuan spiritualnya. Setelah memperoleh air suci, Bima kemudian dapat melakukan upacara penyucian roh orang tuanya, sehingga Pandhu dan Dewi Madri dapat mencapai tempat di surga.

Bahasa Bali

[uah]

Bahasa Inggris

[uah]

Recounts the sequence of events in which Bima is tasked with liberating the spirits of his parents, Pandhuand Dewi Madri, who are suffering in Yamaloka (the realm of the dead). The events can be described in detail as follows:

  1. Assignment by Dewi Kunti: Bima is entrusted by Dewi Kunti with the mission of freeing the spirits of Pandhu and Dewi Madri, who are subjected to torment in Yamaloka. This task emphasizes Bima’s moral and spiritual responsibility as both a son and a heroic figure.
  2. Preparation and Accompaniment by Siblings: Using his supernatural strength, Bima persuades all of his siblings to accompany him to Yamaloka, ensuring that the mission is undertaken collectively.
  3. Battle in Yamaloka: Upon arrival in Yamaloka, Bima confronts and combats the realm’s warriors. Through his extraordinary abilities and strategic skill, he successfully defeats the opposition and liberates the spirits of Pandhu and Dewi Madri.
  4. Dewi Kunti’s Revelation and Sacred Water: Dewi Kunti receives a divine insight that the spirits of Pandhu and Dewi Madri can only ascend to heaven if sprinkled with tirta Kamandalu (sacred water). This sacred water exists in heaven and is exclusively possessed by Batara Guru (the chief deity).
  5. Journey to Obtain the Sacred Water: Dewi Kunti then sends Bima on a mission to retrieve the sacred water. During his journey to heaven, Bima encounters multiple obstacles that test his physical, mental, and spiritual capabilities.
  6. Bestowal of Knowledge and Sacred Water: Before Batara Guru grants him the sacred water, Bima is endowed with various forms of knowledge and skills that enhance his personal development and spiritual power. After obtaining the sacred water, Bima is able to perform the purification ritual for his parents’ spirits, allowing Pandhu and Dewi Madri to ascend to heaven.

Naskah

[uah]
Bhima Suarga
30196Bhima Suarga

[ 1 ][depan]
||ᵒawiggānamastunamasidhĕm·||tabenihyaŋpramasaŋwinuwus·tankaneŋtiṇulaḥhapanpaweḥsahyaŋwiddhiniŋsaṣtrawiratuduḥdhitragotrasĕṅkĕŕtuwuḥ
swakaŕmmasĕṅkĕŕniŋṅajan·,hillahilacĕṇdhĕtuwuḥwastutatanpal̥tĕhan·sajumbuhiŋṅucapucap·,hanagantyawraṣṭihaniŋwuwus·hyaŋpaṇdhupo
lahetibrakahaṅgĕṅankiŋkiŋtansaḥdewimadryanutṣapjaḥhirahyaŋpaṇdhumaṅkinhamaṅgiḥsaŋsarabatarayamakawuwus·derahyaŋmaheswara
hatmantinibeŋjambuṅana,tinambut:hatmanirahyaŋpaṇdhutinibakĕnmaṅderiŋjambaṅangĕṅagnidewimadritankantun·kinlahawakeluduḥhagantiga
[belakang]
44,
ṅgalin·samaptahamaŕgalusliwatkaŋtgalpanikupraptamariŋdesamaṅkariŋṅindraprastāpu∅kutandwatkariŋpaṅastryan·padātumurunriŋṅawān·,karadiriŋsura
humañjiŋsirariŋjrohaguŋdewikuntikabeḥsaŋpandawwasamañjiŋsukasahamahapupultankuraŋbuktisatuwuk·sabrandinaddenakabeḥsadhiṇnādhinagumu
ruḥtatthabuhanmwaŋdhaharantanpagatbadegmwaŋkilaŋ,r̥yawihanamañjaŋṅanhaṅidhuŋhanaguntaŋrakewoŋjrokutanpgat:humijil·tontonanhakeḥṅlaṅuhanaṅwayaŋ.